Aku kembalikan, ya Allah
Sadrah Rianto (menjelang Idul Fitri 2007)
Hati ini aku kembalikan ya Allah
Aku pulangkan ia kepadaMu
Sebab aku tak tahu lagi
harus kepada siapa ia ku kembalikan
Ampuni aku ya Allah
Warnanya tak lagi putih seperti dulu
ketika Engkau hembuskan hidup
kedalam rahim cinta ibuku.
Ia telah sangat kotor.
Busuk.
Hitam pekat dan berkarat disana-sini.
Hati ini aku kembalikan ya Allah
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>
Tapi
Telah aku kotori ia dengan dengki
sebab aku tak mampu melakukan
apa yang orang lain lakukan,
bahkan ketika orang lain
mengulurkan berjuta untaian kebaikan.
Telah aku kotori ia dengan cemburu
sebab aku merasa tak punya apa-apa,
bahkan ketika aku tahu aku tidak miskin.
Telah aku kotori ia dengan benci
sebab aku telah hinakan orang lain,
bahkan ketika mereka
menawarkan senyum dan uluran tangan.
Hati yang aku kembalikan ini
telah membusuk, ya Allah
Aku telah siakan ia setiap hari.
Setiap tarikan nafasku.
Setiap langkahku.
Setiap guguran daun menyentuh kakiku.
Setiap embun membasuh lukaku.
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>
Bahkan setiap kali bunga-bunga yang aku injak itu,
menyisakan wanginya di kakiku yang kejam menginjaknya.
Aku berpaling
dari tawaran-tawaran keriangan kasih sayang.
Aku palingkan ia dengan sangat gagah
dari uluran cinta orang-orang pengasih.
Duhai Yang Maha Memiliki
Aku hitam pekatkan hati ini dengan kemarahan,
bahkan ketika orang-orang tidak melakukan apa-apa.
Dan aku pekatkan ia dengan menutup telinga,
bahkan ketika aku mendengar Engkau memanggil.
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>
Ketika kasihMu begitu jelas dipelupuk mataku,
di urat nadiku,
di helaan nafasku,
di detak jantungku.
Aku telah pekatkan hati pemberianMu ini
dengan mendustai KemahaanMu.
Aku tundukkan wajahku
setunduk-tunduknya sujud ya Allah,
sambil aku kembalikan ia
kedalam genggaman tanganMu,
sebab tak ada lagi tangan yang mau menerimanya.
Ambillah ia, ya Allah.
Dengan kepasrahanku yang memalukan,
ambillah ia ya Allah.
Dengan kesombonganku yang sangat dina,
ambillah ia ya Allah.
Dengan airmataku yang malu,
ambillah ia, ya Allah.
Aku pasrahkan kembali hatiku kepadaMu,
wahai Yang Maha Pengampun.
Ampuni Aku
Ampuni aku
Ampuni aku