YPS LEGACY

YPS: Success through Performance Management

Mei 28, 2008 · 5 Komentar

Semua leader menghendaki organisasi yang dipimpinnya sukses mencapai target. Namun, tak jarang pula dalam akhir term evaluasi malah kegagalan yang didapatkan. Dalam kondisi gagal, Kambing yang paling hitam untuk disalahkan adalah kinerja bawahan/anggota team yang tidak optimal. Sebagai anggota team, yah… terima sajalah kenyataan “hitam” yang diberikan!!!. Padahal secara obyektif, mungkin penyebab kegagalan disebabkan oleh leader yang kurang ahli mengoptimalkan potensi anggotanya.

Ketika ditelusuri lebih mendalam, sesungguhnya ada beberapa alasan yang menjadi penyebab anggota team tidak berkinerja sebagaimana yang diharapkan. Alasan tersebut antara lain, Mereka tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan, bagaimana melakukannya, dan mengapa mereka harus melakukannya. Halangan-halangan di luar kendali team dibiarkan atau diabaikan, tidak yakin apa yang dilakukan itu penting atau akan berhasil. Persepsi cara lama mereka lebih baik, tidak termotivasi, merasa tidak cukup waktu dan tidak mampu. Ataukah struktur kerja yang tidak jelas dan tidak ada feedback. Bahkan masalah pribadi anggota team, kadang menjadi penyebab utama rendahnya kinerja team.

Keep reading →

→ 5 CommentsKategori: Manajemen · Motivasi · UMUM
yang berkaitan: , , , ,

Aku Kembalikan ya Allah

Mei 28, 2008 · 1 Komentar

Aku kembalikan, ya Allah
Sadrah Rianto (menjelang Idul Fitri 2007)

Hati ini aku kembalikan ya Allah
Aku pulangkan ia kepadaMu
Sebab aku tak tahu lagi
harus kepada siapa ia ku kembalikan

Ampuni aku ya Allah
Warnanya tak lagi putih seperti dulu

ketika Engkau hembuskan hidup
kedalam rahim cinta ibuku.

Ia telah sangat kotor.
Busuk.
Hitam pekat dan berkarat disana-sini. 

Hati ini aku kembalikan ya Allah
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

Tapi

Telah aku kotori ia dengan dengki
sebab aku tak mampu melakukan
apa yang orang lain lakukan,
bahkan ketika orang lain
mengulurkan berjuta untaian kebaikan. 

Telah aku kotori ia dengan cemburu
sebab aku merasa tak punya apa-apa,
bahkan ketika aku tahu aku tidak miskin.

Telah aku kotori ia dengan benci
sebab aku telah hinakan orang lain,
bahkan ketika mereka
menawarkan senyum dan uluran tangan.

Hati yang aku kembalikan ini
telah membusuk, ya Allah

Aku telah siakan ia setiap hari.
Setiap tarikan nafasku.
Setiap langkahku.
Setiap guguran daun menyentuh kakiku.
Setiap embun membasuh lukaku.
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

Bahkan setiap kali bunga-bunga yang aku injak itu,
menyisakan wanginya di kakiku yang kejam menginjaknya. 

Aku berpaling
dari tawaran-tawaran keriangan kasih sayang.
Aku palingkan ia dengan sangat gagah
dari uluran cinta orang-orang pengasih.

Duhai Yang Maha Memiliki

Aku hitam pekatkan hati ini dengan kemarahan,
bahkan ketika orang-orang tidak melakukan apa-apa. 

Dan aku pekatkan ia dengan menutup telinga,
bahkan ketika aku mendengar Engkau memanggil.
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

Ketika kasihMu begitu jelas dipelupuk mataku,
di urat nadiku,
di helaan nafasku,
di detak jantungku. 

Aku telah pekatkan hati pemberianMu ini
dengan mendustai KemahaanMu.

Aku tundukkan wajahku
setunduk-tunduknya sujud ya Allah,
sambil aku kembalikan ia
kedalam genggaman tanganMu,
sebab tak ada lagi tangan yang mau menerimanya.

Ambillah ia, ya Allah.
Dengan kepasrahanku yang memalukan,
ambillah ia ya Allah.
Dengan kesombonganku yang sangat dina,
ambillah ia ya Allah.
Dengan airmataku yang malu,
ambillah ia, ya Allah.

Aku pasrahkan kembali hatiku kepadaMu,
wahai Yang Maha Pengampun.

Ampuni Aku

Ampuni aku

Ampuni aku

→ 1 CommentKategori: Sastra · Tak Berkategori
yang berkaitan: ,

Biar

Mei 28, 2008 · Tidak ada Komentar

Biar
Sadrah Rianto, July 2006

Biarlah cinta yang terluka ini aku bawa-bawa
sebab tak ada lagi yang bisa aku lakukan.
Retakan hatiku tak lagi punya tempat buat yang selain cinta itu
Meski rombeng terkoyak, ku peluk juga ia
seerat dulu ketika kau dekap aku, cintaku dan rinduku.
Meski telah pekat warna hitam tetesan darahnya,
kucium juga ia
sebab tak ada lagi yang bisa aku lakukan.

Aku pamit.

Aku pasti tak pulang
Sebab  pintu itu telah tertutup rapat
Akan sia-sia aku mengetuknya.
Aku pasti tak akan pulang.

→ No CommentsKategori: Sastra · Tak Berkategori
yang berkaitan: ,